Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin 2004 – 2010
Tahun
|
Jumlah (Ribu Jiwa)
|
Persentase
| ||||
Kota
|
Desa
|
Jumlah
|
Kota
|
Desa
|
Jumlah
| |
2004
|
198,70
|
957,50
|
1.156,10
|
17,49
|
32,57
|
28,37
|
2005
|
222,90
|
943,50
|
1.166,40
|
19,04
|
32,60
|
28,69
|
2006
|
226,90
|
922,80
|
1.149,70
|
19,22
|
31,98
|
28,28
|
2007
|
218,80
|
864,70
|
1.083,60
|
18,68
|
29,87
|
26,65
|
2008
|
195,80
|
763,90
|
959,70
|
16,67
|
26,30
|
25,53
|
2009
|
182,20
|
710,70
|
892,90
|
15,44
|
24,37
|
21,80
|
2010
|
173,37
|
688,48
|
861,85
|
14,65
|
23,54
|
20,98
|
Penduduk Miskin / Maret 2011
Persentase
penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Aceh
pada tahun 2011 sebesar 19,57 persen. Angka ini menurun dibandingkan
dengan tahun 2010 yang sebesar 20,98 persen. Penurunan persentase penduduk miskin tersebut terjadi di daerah perkotaan dan perdesaan.
Pada
periode 2010 - 2011, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks
Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Ini
mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung
makin mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk
miskin juga semakin menyempit.
Pada
bulan Juli 2011 di Kota Banda Aceh terjadi inflasi sebesar 1,16 persen.
Di Kota Lhokseumawe juga terjadi inflasi yaitu sebesar 0,44 persen dan
Provinsi Aceh inflasi sebesar 0,81 persen.
Inflasi
yang terjadi di Kota Banda Aceh secara umum disebabkan oleh kenaikan
harga pada Kelompok Bahan Makanan dengan inflasi 3,43 persen; Kelompok
Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga inflasi sebesar 1,32 persen; Kelompok
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau inflasi sebesar 0,78 persen;
Kelompok Sandang inflasi sebesar 0,36 persen dan Kelompok Perumahan,
Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar inflasi sebesar 0,08 persen.
Inflasi di Pedesaan / Juli 2011
Pada
Juli 2011, di daerah pedesaan di Provinsi Aceh terjadi inflasi sebesar
0.63 persen inflasi tertinggi terjadi pada kelompok Bahan Makanan,
Transportasi dan Komunikasi, sementara Pendidikan, Rekreasi dan olah
raga masing-masing sebesar 0.86 persen, 0.80 persen dan 0.52 persen.
Dari
10 Provinsi di wilayah Sumatera yang dilaporkan pada Juli 2011, Semua
Provinsi terjadi inflasi di pedesaan, dengan inflasi tertinggi terjadi
di Provinsi Jambi yaitu sebesar 1.06 persen dan terendah di Provinsi
Kepulauan Riau sebesar 0,42 persen.
Keadaan Ketenagakerjaan / Februari 2011
Jumlah
angkatan kerja di Provinsi Aceh pada Februari 2011 mencapai 2,069 juta
orang, bertambah sekitar 136 ribu orang dibanding Februari 2010 sebesar
1,933 juta orang.
Jumlah
penduduk yang bekerja di Provinsi Aceh pada Februari 2011 mencapai
1,898 juta orang, bertambah sekitar 131 ribu orang jika dibandingkan
dengan keadaan Februari 2010 sebesar 1,767 juta orang.
Jumlah penganggur pada Februari 2011 sebesar 171 ribu orang mengalami peningkatan sekitar 5 ribu orang dibandingkan keadaan Februari 2010 sebesar 166 ribu orang.
Tingkat
Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Aceh pada Februari 2011 mencapai
8,27 persen, lebih rendah 0,33 persen dari TPT bulan Februari 2010
sebesar 8,60 persen.
Situasi
ketenagakerjaan pada bulan Februari 2011 ditandai dengan meningkatnya
jumlah pekerja di beberapa sektor. Sektor yang mengalami peningkatan
dengan jumlah tertinggi dibandingkan dengan keadaan Februari 2010 adalah
sektor industri pengolahan. Sedangkan sektor yang mengalami penurunan
jumlah tenaga kerja tertinggi adalah sektor konstruksi.
Dari
sisi gender, pada Februari 2011 sekitar 35,4 persen tenaga kerja
perempuan bekerja dengan status pekerja tidak dibayar/pekerja keluarga
sedangkan laki-laki sebesar 8,9 persen. Sementara itu, sekitar 32,27
persen tenaga kerja laki-laki bekerja dengan status
buruh/karyawan/pegawai dan perempuan sebesar 28,4 persen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar